Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Rindu...

Hai apakabar? Semoga baik ya? Gimana pasangan baru kamu? Lebih bisakah nerima kamu? Hebat ya... Maafin aku yang selalu ceramah panjang lebar, tapi aku ngga pernah ngelarang kamu loh update kaki kamu... Malah aku pernah bilangkan sama kamu "buat apa ditatto kalo orang gabisa liat?" kamu inget ga? Aku liat setiap hari pasangan kamu update snapgram di instagram kamu... Dulu buat pasang foto berdua sama aku aja butuh waktu yang lama... Aku bingung... Kenapa sampai sekarang rasa ini masih ada... Padahal kamu bilang ngga sayang sama aku... Kamu bilang dari awal emang kamu gaada keinginan buat sama aku... Tapi kenapa? Kenapa semua rasa sakit itu tertutup sama rasa sayang aku yg ngga masuk akal? Kenapa? Sekarang kamu melangkah 100 kaki dan aku 10 langkah itu pun berat untuk ninggalin kamu... Aku rindu kamu... Aku rindu kita... Aku rindu...

In the moment

Hari itu aku melihatmu, dengan naluri sebagai wanita aku pasti langsung menyukaimu. Curi-curi pandang selalu aku lakukan untuk memperhatikanmu. Dalam diam aku berharap dekat dan mungkin saling sapa. Kini semua sudah terlewatkan, masa-masa dimana kamu dan aku saling mencari tahu informasi masing-masing dari kita. Aku pun heran dan masih tidak percaya, mengapa tuhan mempertemukan kita dan menyatukan kita dalam hubungan yang sulit ini. Aku paham dan sangat paham, kalau kita berbeda. Kamu yang selalu pasrah pada keadaan dan tidak pernah sekalipun berjuang. Oh aku lupa, kamu pernah berjuang tapi hanya beberapa waktu saja dan kembali terpuruk. Kamu pernah bilang, tidak pernah mempermasalahkan perbedaan kita. Tapi, kamu selalu saja mengeluh dan selalu menyuruhku pergi. Apakah pergi segampang itu buat kamu? Apa kehadiranku malah membuat beban untukmu? Sayang aja pun tidak cukup buat kamu, sampai kamu dengan gampangnya bilang "yang sayang sama gua mah banyak" aku bingung, sema...

Ketulusan Takdir

Bukan tentang seberapa bodohnya orang yang menyayangi seseorang dengan ketulusan dan memperjuangkan segalanya, tetapi tetap terhormat. Mereka yang tulus terkadang tidak pernah lelah untuk membahagiakan seseorang yang mereka sayangi walapun seseorang itu tidak pernah sekalipun membalas kebahagiaan yang ia dapatkan. Namun, mereka yang mempunyai kutulusan itu pun mempunyai kesabaran yang teramat besar. Terkadang mereka dicaci dengan cacian kreatif para orang-orang yang menganggap mereka bodoh. Anehnya mereka hanya bisa tersenyum sambil mengelus dada dan berdoa agar orang-orang tidak merasakan hal yang sama. Banyak dari mereka yang melakukan segala cara agar mereka tidak merasakan ketulusan cinta yang mereka simpan jauh di lubuk hati terdalam. Seribu satu cara bahkan bermilyar-milyar yang mereka lakukan semua itu hanya mengantar mereka kepada satu titik dimana seseorang yang mereka sayangi hidup dalam keabadian. Hati... Cuma diri kitalah yang mengerti apa maunya, bagaimana ia bekerja...