Langsung ke konten utama

Demam Lapangan Apa Bisa Diatasi?


Sumber gambar: nervous-breakdown-symptoms

Jawaban dari judul yang akan dibahas adalah pasti bisa. Bagaimana caranya? Mari kita lihat beberapa penjelasan di bawah ini.

    Deman lapangan bisa datang kepada siapa saja. Namun, biasanya hal ini terjadi ketika anda tidak percaya kepada diri sendiri walaupun sekeras apapun usaha yang telah dilakukan. Bukan hanya yang baru pertama kali bertanding terkadang mereka yang sering bertanding pun mengalaminya.

    Ada beberapa cara agar bisa mengurangi demam lapangan. Tak perlu repot-repot pergi ke dokter karena cara ini bisa dilakukan dengan anda sendiri

  1.  Cokelat mengandung molekul psikoaktif yang dapat membuat pemakan cokelat merasa nyaman. Beberapa kandungan cokelat seperti caffeine, theobromine, methyl-xanthine dan    phenylethylalanine dipercaya dapat memperbaiki mood, mengurangi kelelahan sehingga bisa digunakan sebagai obat anti-depresi. Nah, dari pemaparan tentang coklat kalian bisa membawanya saat mau bertanding. ( sumber : Makan Cokelat Bisa Hilangkan Stres )
  2. Tidur dari pada sibuk mencari lawan anda, ada baiknya tidur. Selain memeberikan tubuh istirahat anda juga bisa lebih tenang.
  3. Main Game kesukaan anda juga bisa mengalihkan perhatian anda loh.
  4. Nonton video daripada sibuk melihat teman-teman sedang bertanding yang membuat anda semakin deg-degan, anda bisa melihat video pertandingan atau belajar dari video yang bisa membuat anda mempunyai banyak teknik.

    4 cara menghilangkan demam lapangan di atas, bisa anda terapkan pada diri anda jika menghadapi pertandingan. Setelah anda merasa baik, tenang dan siap saatnya masuk ke lapangan dan fokus dengan pertandingan, pastikan anda melakukan dan memberikan yang terbaik untuk mencapai kemenangan.

    Jadi, demam lapangan apa bisa diatasi? Tentu saja bisa, jika anda bersungguh-sungguh anda akan mendapatkannya.



Komentar

Fakhriza's mengatakan…
Jadi tau apa itu demam lapangan :D
Unknown mengatakan…
Wah bagus sekali infonya. Sangat membantu aku
Unknown mengatakan…
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Unknown mengatakan…
sekedar sharing aja..
Kalo untuk saya mengatasi demam lapangan saat bertanding, justru kita harus semakin sering bertanding, karena dengan kita semakin sering menambah jam terbang bertanding maka secara otomatis diri kita juga akan semakin terbiasa dengan keluar masuk lapangan pertandingan..
So,, The point is.. "BISA KARENA BIASA".
Semoga bermanfaat.
Iesheana Indira mengatakan…
Setuju! Cokelat sangat membantu untuk mengatasi demam lapangan, sangat membantu artikelnya Puspa:)
mamay mengatakan…
Wahhh ternyata coklat juga bisa membantu. ? Jadi tau dengan membaca artikel ini
Unknown mengatakan…
jadi begitu ternyata kaak. saya baru sadar. makasih kaak artikelnya membantu :))
Unknown mengatakan…
Bermanfaat kak.. Terimakasih!;)
Unknown mengatakan…
Bagus sekali isi artikel nya Puspa
Unknown mengatakan…
hmm.. seperti ituu trims infonya, semoga dengan ini saya bisa percaya diri:)
Just Ino mengatakan…
Mantab soul, semoga dengan ini saya ga demam lapangan lagi .w.
Unknown mengatakan…
Wih mantap mba infonya, sama berdoa si mba menurut saya, karena kekuatan doa itu sungguh luar biasa....
Unknown mengatakan…
makasih infonya, selain doa yang buat hati tenang. persis nih saya pun makan cokelat juga kalo lagi demam lapangan biar relax.
Unknown mengatakan…
Baru tau kalo cokelat juga membantu demam lapangan hehehe. Good article!
Aprina Alia Arafah mengatakan…
Tapi klo misalnya bsk pertandingannya biasanya saya kurang bisa tidur kak malamnya.. :( tapi yg lainnya bisa dicoba.. Sangat bermanfaat kakk
Putri Ayu Ningsih mengatakan…
Wah artikel yang menarik kak. Terima kasih😊
Unknown mengatakan…
Sangat bermanfaat 👍
Unknown mengatakan…
keren artikelnya mbak:))
Unknown mengatakan…
Aku salah satu penikmat cokelat tapi baru tau kalo cokelat bisa jadi pereda demam lapangan. Terima kasih puspa informasinya
Unknown mengatakan…
Wah ini info yg saya cari sejak dulu, trimakasih ih infonya, subahanalloh
Rachel Victoria mengatakan…
Wih mantap artikelnya mbak Puspa
Unknown mengatakan…
menarik nih infonyaa
Unknown mengatakan…
Thanks banget infonya 😍
tinta sentimental mengatakan…
Tipsnya bermanfaat tapi kalo namanya gugup mah wajar dan pengalaman yang bsa menenangkan itu semua.
Unknown mengatakan…
Sukaaaaak 😍 sama banget apa sama apa yg gua lakuin hehehe cuma biasanya gua tambahin pake gosok2 kuping kiri dan kanan tapi pake tangan yang berlawanan hohoho
Amalia N mengatakan…
bagus artikelnya.. makasih ya.. sangat bermanfaat..
Unknown mengatakan…
sangat bermanfaat kak!
Unknown mengatakan…
Wihh bener bgt nih ka ! Bermanfaat artikelnya . mksh yaa
Unknown mengatakan…
Bagus, artikelnya sangat bermanfaat.
Juliana Pratiwi mengatakan…
Bener banget nih, tapi Kalo saya pribadi lebih suka makan permen karet untuk meredakan demam lapangan
Unknown mengatakan…
Keren puspaaa, artikelnya bermanfaat sekali 😊
Anonim mengatakan…
Useful sekali artikelnya!
Unknown mengatakan…
Wah mantap artikelnyaa, tapi sekedar pengalaman aja cara terbaik untuk tidak demam lapangan yaitu berdoa dan selalu ingat tujuan awal mau bertanding untuk apa hehe
Unknown mengatakan…
Wah mantap artikelnyaa, tapi sekedar pengalaman aja cara terbaik untuk tidak demam lapangan yaitu berdoa dan selalu ingat tujuan awal mau bertanding untuk apa hehe
Unknown mengatakan…
Iya nih bener bangett
Ayu Pamanis mengatakan…
Wah ternyata simple ya mengatasi demam lapangan. Informatif sekali artikelnya :)
Unknown mengatakan…
Bagus puspa. Artikel yg sangat bermanfaat
Unknown mengatakan…
Kalo boleh nambahin, coba juga makan permen atau lebih worth it-nya permen karet Mba, hehe
Unknown mengatakan…
Bagus bagus 👏👏👏
Unknown mengatakan…
Nah bener bgtt nihh 👍🏻
Ade Prasetyo mengatakan…
Sering nih melanda saya, terima kasih. Infonya sangat bermanfaat

Postingan populer dari blog ini

Go Away!

Sore itu... Aku beranjak pergi meninggalkan rumahmu... Berharap esok kita kan bersama lagi seperti yang lalu... Berharap pertengkaran itu tak jadi panjang... Ternyata, pertengkaran itu semakin hari semakin bertambah... Ego keras kita berdua sangatlah kuat... Sama-sama tak mau kalah... Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan kini sudah satu tahun perpisahan itu berlalu... Masih ada yang berbekas dihati masing-masing... Mungkin bulan kemarin aku masih mengharapkanmu, masih ingin kamu kembali... Tapi, kali ini aku sangat ingin melupakan semua yang pernah kita jalani... Menghapusmu dalam setiap memori otakku... Aku sangat terluka, kenapa harus selalu aku yang kamu salahkan? Kenapa? Seharusnya kamu berfikir siapa yang seharusnya disalahkan... Aku pergi... Aku mohon, lepaskan semua ikatan apapun itu, aku ingin bahagia...  Tuhan sudah menakdirkan kita tak bersama... Jangan pernah kembali aku mohon...

Apa jadi orang baik itu salah?

Menurut saya sah-sah aja, kenapa? Karena apapun kebaikan yang saya lakukan membuat saya bahagia, membuat orang tersenyum lebar,hati saya merasa senang. Walaupun terkadang banyak okum yang memanfaatkan kebaikan saya.  ketika seseorang yang dengan sengajanya menyakiti saya padahal saya selalu baik dengannya, apa yang bias saya lakukan? Apa? Hanya diam dan mengelus dada saja. Mungkin saya bukan orang yang baik menurutnya. Anehnya , saat saya melakukan banyak kebaikan untuk mereka yang menurut saya mereka sangat membutuhkan bantuan saya, saya merasa kasihan kepada mereka   dan tiba-tiba saya melakukan kesalahan sedikit saja, mereka langsung mencaci maki saya seakan-akan saya orang yang tidak pernah menolong mereka.  Bukan, maksud saya bukan saya pamrih. Saya berpikir saja apa mereka tidak punya hati? Mereka tidak berfikir panjang? Yang ada dipikiran mereka tuh apa sebenarnya? Saya sangat heran dengan orang-orang yang seperti itu. Mungkin banyak saya-saya di luar...

In the moment

Hari itu aku melihatmu, dengan naluri sebagai wanita aku pasti langsung menyukaimu. Curi-curi pandang selalu aku lakukan untuk memperhatikanmu. Dalam diam aku berharap dekat dan mungkin saling sapa. Kini semua sudah terlewatkan, masa-masa dimana kamu dan aku saling mencari tahu informasi masing-masing dari kita. Aku pun heran dan masih tidak percaya, mengapa tuhan mempertemukan kita dan menyatukan kita dalam hubungan yang sulit ini. Aku paham dan sangat paham, kalau kita berbeda. Kamu yang selalu pasrah pada keadaan dan tidak pernah sekalipun berjuang. Oh aku lupa, kamu pernah berjuang tapi hanya beberapa waktu saja dan kembali terpuruk. Kamu pernah bilang, tidak pernah mempermasalahkan perbedaan kita. Tapi, kamu selalu saja mengeluh dan selalu menyuruhku pergi. Apakah pergi segampang itu buat kamu? Apa kehadiranku malah membuat beban untukmu? Sayang aja pun tidak cukup buat kamu, sampai kamu dengan gampangnya bilang "yang sayang sama gua mah banyak" aku bingung, sema...